bandarqq – Berbicara tentang judi, kamu pasti sudah tahu bila judi merupakan salah satu hal yang dilarang dalam agama. Khususnya dalam agama Islam. Namun, bagaimana dengan judi online menurut Islam? Mengingat kini ada banyak hal yang bisa dilakukan via media sosial secara online. Bahkan kamu bisa dengan mudah untuk melakukan judi online tersebut melalui aplikasi atau website terbuka.

Sebenarnya ada banyak pandangan mengenai judi online melalui perspektif Islam. Namun ada beberapa pandangan umum yang cukup familiar dan sudah lama menjadi rahasia umum. Beberapa pandangan tersebut, terdiri dari :

Pandangan Judi Menurut Fiqih

Menurut pandangan Fiqih, amalan judi merupakan sebuah penyakit yang sudah lama ada dan hidup di dalam masyarakat. Penyakit ini belum memiliki obat. Sehingga menjadi penyakit yang sangat sulit untuk diobati. Terutama karena sifatnya yang buruk. Terlebih bila ada orang yang rakus harta serta senang mendapatkan harta benda dengan cara yang sangat mudah ( tanpa kerja keras ). Padahal tidak ada orang yang bisa mendapatkan harta dengan mudah dan halal tanpa melakukan kerja keras terlebih dahulu.

Menurut Abu Bakr Jashhas, pandangan keharaman judi dapat dilihat dari surat Al Baqarah ayat 219. Dimana Al Maysir ( judi ) digolongkan ke dalam dosa besar. Sehingga sudah jelas bahwa judi merupakan perbuatan yang sangat kotor dan diharamkan.

Pandangan Judi dari Segi Pembahasan Fuqaha

Dari segi pembahasan Fuqaha, judi terbagi menjadi beberapa bagian atau kelompok. Beberapa kelompok tersebut, meliputi :

  1. Maysir Al Qimar

Dikategorikan ke dalam judi yang paling diharamkan. Sebab selalu mempertaruhkan harta benda dalam proses permainannya.

  1. Maysir Al Lawh yang disepakati haram

Judi dalam kategori ini, masih melibatkan harta benda dalam prosesnya. Akan tetapi tidak semua demikian. Kendati begitu, permainan bandarqq yang dimainkan hanya bergantung kepada nasib.

  1. Maysir Al Lawh yang disepakati tidak haram

Judi dalam bentuk ini, tidak melibatkan keberadaan uang dalam prosesnya. Selain itu permainan yang digunakan butuh sebuah pemikiran serta nilai. Seperti halnya haram atau halal.

Dasar Hukum Mengenai Perjudian Online Menurut Islam

Al Maysir dalam Al Qur’an berarti taruhan dengan anak panah yang dilakukan oleh orang-orang Arab Jahiliyyah. Akan tetapi pendapat tersebut hanya dikatakan oleh para sahabat ulama dan tabiin yang hidup setelahnya. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa Maysir merupakan semua tindakan yang mengandung unsur taruhan. Namun kendati demikian ada beberapa perbuatan yang dianggap bukan judi.

Sedangkan untuk dasar hukum judi sendiri diambil langsung dari Al Qur’an. Dasar yang paling utama ada dalam surat Al Baqarah ayat 219. Akan tetapi, dasar lainnya juga dapat ditemukan dalam surat Al Maidah ayat 90 dan 91.

Sanksi Terkait Perjudian Online Menurut Hukum Islam

Selain dadar hukum, tentunya ada sanksi yang akan didapatkan orang yang melakukan judi, termasuk judi online. Secara umum ada tiga jenis golongan sanksi perbuatan menurut hukum Islam.  Sanksi ini disebut dengan jarimah. Ketiga jarimah tersebut, terdiri dari :

  1. Jarimah qishas. Sansi untuk pelaku tidak pidana yang cukup besar, layaknya pembunuhan dan penganiayaan.
  2. Jarimah hudud. Sanksi untuk pelaku perbuatan yang tidak baik, layaknya zina.
  3. Jarimah ta’zir. Sanksi untuk tindakan-tindakan yang secara tegas telah diatur dengan jelas di dalam Al Qur’an.

Dari ketiga jarimah di atas, judi masuk ke dalam golongan jarimah ta’zir. Dimana hukum ta’zir sendiri merupakan sebuah pelajaran untuk mendidik serta mencegah orang lain supaya tidak terjerumus untuk melakukan hal atau perbuatan yang sama. Sebab pada dasarnya ta’zir sendiri adalah sebuah pengajaran yang dilakukan berdasarkan pada ijtihad dari hakim untuk mencegah terjadinya perbuatan yang diharamkan dan pelaku tidak melakukannya lagi. Sehingga bukan hal yang aneh, bila akhirnya hakimlah yang akan menentukan jenis hukuman. Hal ini bertujuan agar hukuman dapat mengatur masyarakat sesuai dengan perkembangan zamannya.

Selain itu, secara umum tak ada ketentuan bagi sanksi jarimah ta’zir. Oleh karenanya ketentuan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan pengadilan. Hal yang paling adalah sanksi yang ditentukan bisa melakukan pencegahan hal serupa terulang kembali.

Demikianlah beberapa pandangan umum judi online menurut Islam. Baik tentang pengertian, larangan, dasar hukum serta sanksi-sanksinya. Bagaimana? Apakah informasi di atas bisa membuat kamu menjadi lebih paham tentang pandangan judi online menurut Islam? Ataukah malah sebaliknya?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *