Perjudian Dominoqq sebagai Pendorong Kejahatan Lain

Judi dominoqq di Indonesia nyatanya cukup terkenal di level internasional. Game ini ditemukan dan dirancang oleh orang Indonesia sendiri dan sangat populer di meja perjudian online. Hal ini tentunya bukan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Sebab perjudian sendiri, apapun bentuknya, merupakan sebuah tindakan ilegal dan termasuk dalam bentuk kejahatan siber.

 

Dominoqq menggunakan kartu sebagai medianya, sama dengan judi poker, blackjack, bandar66, dan lain-lan. Kemenangan pemainnya sangat ditentukan oleh kartu yang didapatkannya. Sebuah kondisi yang memprihatinkan, ketika banyak masyarakat kita yang menjadikan keberuntungan ini sebagai sumber mata pencaharian. Sebab yang kerap kali terjadi adalah, pemain terseret ke jurang kemiskinan akibat berjudi.

 

Oleh karena itu, dibutuhkan pihak berwajib yang ditugasi untuk menangani masalah ini. Perjudian tentu saja tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang remeh karena dapat menyebabkan kerugian seseorang dari berbagai aspek kehidupan. Berikut ini adalah undang-undang yang mengatur perjudian:

 

  1. Pasal KUHP

Dalam KUHP, ada pasal khusus yang menyebutkan tentang aturan yang melarang keras perjudian. Salah satunya adalah pasal 303 ayat 1, yang menyebutkan tentang ancaman bagi siapapun yang menawarkan atau memberi kesempatan permainan judi untuk dimainkan, atau dijadikan sebagai mata pencaharian. Pasal 3030 bis ayat 1 juga memperjelas larangan berjudi yang diadakan di tempat-tempat umum.

 

Dalam pasal tersebut juga disebutkan larangan perjudian seperti dominoqq untuk dijadikan sebagai mata pencaharian, yang diperjelas lagi dalam pasal 303 bis ayat 1. Pasal 303 bis ayat 1 menyatakan bahwa seseorang bisa dijatuhi hukuman pidana penjara empat tahun. Tak hanya itu, ia juga dikenai denda sebanyak sepuluh juta rupiah.

 

  1. UU ITE

Kita sering mendengar UU ITE yang kerap kali menjerat orang-orang yang terseret kasus pencemaran nama baik atau hoax yang dilakukan di dunia maya. Namun undang-undang ini juga memuat sanksi-sanksi pidana yang akan diberikan kepada pelanggar pasal perjudian berbasis online, seperti yang disebutkan pada pasal 27 ayat 2. 

 

Pada pasal tersebut dijelaskan tentang seseorang yang dengan sengaja mendistribusikan atau membuka akses perjudian secara online, yang kemudian diperkuat dengan pasal 43 ayat 1. Di dalamnya disebutkan tentang pihak-pihak tertentu yang berhak menjadi penyidik di bidang Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

Seorang pemain, bandar atau agen, serta semua orang yang terlibat dalam praktik judi berdasarkan UU ITE, dalam hal ini termasuk dominoqq, akan dijatuhi hukuman pidana penjara paling lama enam tahun. Selain itu, denda yang harus dibayarkan bisa mencapai satu miliar rupiah. Dari pasal-pasal di atas terlihat bahwa hukuman pidana yang bisa menjerat seseorang yang terlibat dalam perjudian sangatlah berat.

 

Perjudian sebagai Pendorong Kejahatan Lain

Faktanya, perjudian adalah sesuatu yang kriminogen, di mana seseorang yang berjudi sangat dimungkinkan terdorong untuk melakukan kekerasan. Lingkungan perjudian yang intens, dapat menyebabkan seseorang yang kecanduan biasanya memiliki manajemen emosi yang rendah. 

 

Tekanan mental bagi si pejudi datang dari berbagai arah, seperti terlilit hutang, khawatir kalah taruhan, takut kalau-kalau ditangkap polisi, atau merasa dikejar-kejar oleh pihak lain yang merasa dirugikan. Hal inilah yang bisa mendorong seorang pejudi untuk berbuat kejahatan lainnya.

 

Pejudi Pemicu Terjadinya Kekerasan Domestik

Baik kekerasan terhadap pasangan, kekerasan pada anak, atau orang-orang lain yang terlibat dengan seorang pejudi dominoqq. Sedangkan bentuk kekerasannya bisa berupa fisik, mental, maupun finansial. Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan meyebutkan bahwa pelaku bisa dipidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. 

 

Apabila penganiayaan tersebut menyebabkan luka berat, ancaman penjara bisa mencapai lima tahun, dan jika sampai menyebabkan kematian, pidana yang dijatuhkan adalah tujuh tahun penjara.

 

Perjudian sebagai Bentuk Money Laundering

Bentuk kejahatan lain yang sering bersinggungan dengan perjudian dominoqq adalah money laundering. Yakni upaya menghilangkan jejak uang yang dihasilkan dari korupsi oleh koruptor. Hal ini dilakukan agar perbuatannya tidak terlacak oleh pihak berwajib, dan merupakan tindakan yang sangat licik dan keji karena telah memanfaatkan uang rakyat.

 

Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 ini diatur tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, yakni harta yang didapatkan bisa dari korupsi, penyuapan, narkotika, psikotropika, dan penyelundupan barang-barang lain. Pelakunya bisa diancam hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda sebesar 10 miliar rupiah.

 

Perjudian dan Keterlibatan Zat Terlarang

Hal lain yang sangat mungkin terdorong dalam diri pelaku perjudian adalah keterlibatan substansi terlarang. Dalam hal ini adalah obat-obatan terlarang. Undang-undang ini menjelaskan tentang pidana penjara yang bisa menjerat seorang pelaku pengonsumsi narkoba, sesuai dengan golongannya. 

 

Masa tahanan paling singkat yang bisa menjerat pelaku adalah 4 tahun dan paling lama 12 tahun, untuk narkotika golongan I. Sedangkan narkotika golongan II, seseorang bisa dijatuhi hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.

 

Perjudian dan Potensi Hukuman Berlapis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tindak perjudian adalah sesuatu yang bisa mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan yang lain. Apalagi dalam judi dominoqq, keberuntungan seseorang ditentukan dari kartu yang didapatkan di meja judi. Peluang untuk mendapatkan kemenangannya pun bisa jadi sangatlah kecil, dan ini dapat memicu gangguan emosi pada pelaku.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga diri dan orang-orang di sekitar kita agar dijauhkan dari dampak permainan ilegal ini. Awasi penggunaan gadget, terutama karena bentuk perjudian dominoqq ini bisa diakses kapan pun dan di mana pun hanya melalui smartphone dan koneksi internet. Sekian, semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *